Tuesday, December 20, 2005

Liburan akhir tahun: Mengikuti kata hati...




Minggu depan adalah liburan akhir tahun dimana 3 hari libur yaitu : Sabtu, Minggu dan Senin. Rasanya sayang apabila liburan ini aku lewatkan di rumah saja. Aku ingin kembali pergi ke sana dimana hatiku pernah tergores. Disana ada seorang sahabat yg mengerti kisah itu. Sahabat itu begitu optimis, melebihi optimisme yg aku punya. Dia pernah bercerita tentang sebuah cerita yg berjudul "Khitbah":

----start story

Ceritanya ada 2 orang remaja bernama Ali dan Aisyah yg baru masuk sebuah perguruan tinggi. Mereka baru berkenalan disaat-saat sulit yg biasa disebut dengan masa orientasi. Suatu saat aisyah melakukan kesalahan namun dengan segera Ali menolongnya dan menjadikan dirinya sebagai pelindung aisyah. Namun Ali hanyalah pemuda pendiam yg tidak bisa mengungkapkan banyak kata. Suatu saat ada acara dimana setiap calon mahasiswa wajib menggunakan jas hujan karena cuaca begitu mendung. Hari itu Aisyah lupa membawa jas hujan. Hujan turun begitu derasnya. Ali yg melihat aisyah tak membawa jas hujan segera bertindak. Tanpa berfikir panjang ia melepas jas yg dia gunakan dan memakaikan jas tersebut kepada Aisyah yg mulai kebasahan. Aisyah tak mengerti mengapa laki2 yg baru ia kenal begitu rela berkorban.

Suatu saat menjelang penutupan acara orientasi semua siswa hadir kecuali satu orang yaitu Ali.
Aisyah yg menyadari bahwa ali tak hadir segera mencari berita tentang Ali. Ternyata ia begitu terkejut saat mengetahui ali sedang dirawat di UGD di Rumah Sakit dekat kampus. Ali sudah terbujur lemas dan sulit berkata. Ketika diperbolehkan masuk Aisyah bertanya tentang apa yg menyebabkan Ali sampai seperti itu. Ternyata ali yg agak sulit berbicara mengatakan dengan terbata-bata bahwa ia mempunyai penyakit misterius yg belum ada obatnya. Hujan itu telah mengaktifkan kembali sel-sel yg dulu sempat tertidur. Aisyah sangat sedih. Kemudian ia bertanya apakah dokter telah memberikan obat? Ternyata Ali sudah mencoba berbagai macam obat namun tidak ada kemajuan. Aisyah pun bertanya mengapa Ali sering berkorban untuknya namun tidak pernah mengatakan sepatah katapun alasan mengapa ia berbuat seperti itu. Dengan sedikit air mata yang menetes, Ali pun mengatakan sebuah kata yaitu: "Khitbah".
Aisyah yg melihat ketulusan dan pengorbanan yg dilakukan oleh Alipun begitu tersentuh dengan situasi tersebut. Tanpa banyak berfikir ia pun menerima apa yg disampaikan oleh Ali.

Tanpa sadar energi cinta telah menguatkan persendian yg dulu remuk. Darah Ali pun mengalir dengan deras... dan ia kembali sehat dan bugar. Inilah yg dinamakan kekuatan cinta.... Beberapa tahun kemudian mereka menikah dan hidup merekapun bahagia...
(diceritakan kembali dengan perubahan seperlunya dan seingatnya)
----end story


Heheheh.. lucu juga cerita itu... saat menceritakan ia menggunakan namaku. Aku jadi agak GR....
Mudah2an minggu depan badanku fit dan cuaca cerah. Aku ingin memanfaatkan waktu libur untuk beristirahat dan refreshing. Aku merasa ada suara yg memanggilku ke sana. Apakah itu cintaku?

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

ahhh....na' any mo.......

10:03 AM  
Anonymous Anonymous said...

ahhh....na' any mo.......

10:03 AM  
Anonymous Anonymous said...

ahhh....na' any mo.......

10:48 AM  

Post a Comment

<< Home

 Blognya Indonesian Muslim BloggerE